KOLEKSI KOMIK GUA

•29 September 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Nasihat Ali Bin Abi Thalib

•4 September 2009 • 1 Komentar

Nasehat Ali bin Abi Thalib

Hidupkanlah hati dan pikiranmu dengan menerima dan
memperhatikan nasehat. Jadikanlah kesalehan sebagai
penolong untuk menghilangkan keinginan-keinginan
nafsumu yang tidak terkendali. Binalah budi pekertimu
dengan pertolongan keyakinan yang tulus pada agama dan
Allah.

Taklukkanlah keinginan-keinginan pribadimu, kekesatan
hatimu dan kebandelanmu dengan senantiasa mengingat
kematian. Sadarilah akan kefanaan hidup dan segala
kenikmatannya. Insyafilah kenyataan dari kemalangan
dan kesengsaraan yang senantiasa menimpamu serta
perubahan keadaan dan waktu. Ambillah pelajaran dari
sejarah kehidupan orang-orang terdahulu.

Jangan membicarakan apa yang tidak engkau ketahui.
Jangan berspekulasi dan memberi pendapat atas apa yang
kau tidak berada dalam kedudukan untuk memberi
pendapat tentangnya. Berhentilah jika khawatir akan
tersesat. Adalah lebih baik berhenti disaat
kebingungan daripada maju merambah bahaya-bahaya yang
tak tentu dan resiko-resiko yang tak terduga.

Berjuanglah dan berjihadlah demi mempertahankan dan
demi tegaknya kalimat Allah. Jangan takut dan khawatir
bahwa orang-orang akan mengejekmu, mengecam tindakanmu
dan memfitnahmu. Janganlah gentar dan ragu membela
kebenaran dan keadilan. Hadapilah dengan sabar
penderitaan dan kesengsaraan yang menimpa. Hadapilah
dengan berani rintangan yang menghalangi ketika
engkau berupaya mempertahankannya. Sokonglah kebenaran
dan keadilan setiap kali engkau menjumpainya.

Binalah kesabaran dalam menghadapi segala kesulitan,
bencana dan kesengsaraan. Kesabaran merupakan salah
satu diantara moral yang tertinggi dan akhlak yang
mulia, dan merupakan suatu kebiasaan yang terbaik
yang dapat dibina. Bersandarlah dirilah kepada Allah
dan mintalah senantiasa perlindunganNya dari segala
bencana dan penderitaan. Jangan mengharap pertolongan
dan perlindungan dari siapapun kecuali Allah.

Ketahuilah bahwa sombong dan bangga diri adalah
bentuk-bentuk kebodohan dan berbahaya bagi jiwa dan
pikiran. Oleh karena itu, jalanilah kehidupan yang
seimbang dan berusahalah untuk berlaku jujur dan
tulus. Apabila mendapat bimbingan dari Allah untuk
mencapai apa-apa yang diinginkan, maka janganlah
berbangga dengan perolehan itu. Tunduk dan merendahlah

dihadapan Allah dan sadarlah bahwa keberhasilan itu
semata-mata karena kasih dan karunia-Nya.

Nasehat dari Ali bin Abi Thalib
Wafat 21 Ramadlan 40 H ( 10 Oktober 680).

Wa min Allah at Tawfiq

Sisihkan Rejeki Untuk Mereka Yang Tidak Memiliki

•4 September 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

miskin-1

Hai, pada dermawan yang ada di mana aja… Kemiskinan masih terlihat di setiap sudut tempat baik di kota maupun di desa… Lalu apakah kita hanya akan berdiam diri saja melihat saudara – saudara kita yang kekurangan..??? Mari kita sisihkan sebagian rejeki kita karena dari apa yang kita dapatkan memang ada hak  saudara kita kaum fakir dan miskin.

Katakanlah jika dalam 1 kampung ada 100 KK dan dari 100 KK ada 5 KK miskin, jika dari 95 KK mengumpulkan Rp 5.000,- saja tiap bulannya maka akan terkumpul Rp 475.000,- per bulan, jika dibagikan untuk 5 KK maka tiap KK akan memperoleh Rp 95.000,- untuk menunjang biaya hidupnya. Jika biaya sekali makan Rp 5.000,- maka kita telah memberi makan 19x kali untuk tiap bulannya. Dengan begitu beban hidup mereka akan lebih ringan… Dan tidak akan ada lagi saudara kita yang akan mati kelaparan..

Kita dapat mengumpulkan sedekah tiap bulan tersebut di badan amal dan sadaqah di masjid kampung kita.

Lalu kapankah hati kita terbuka untuk memberi makan kepada saudara – saudara miskin kita??? Kita dapat memberikan bantuan secara mandiri untuk tiap kampung, tidak perlu menunggu Bulan Ramadhan untuk bersedekah,karena orang – orang miskin membutuhkan makan bukan saat Ramadhan saja. Merekalah lahan pahala kita, apakah kita akan menanam untuk kelak memanennya di akhirat?? Ayo kita bersedekah, dan rasakanlah nikmatnya sedekah…

Obat Flu Mujarab

•18 Agustus 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bersin

Obat Tradisional Flu Flu merupakan penyakit pada saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala demam secara mendadak, otot-otot sakit , badan terasa dingin, sakit kepala ,batuk, pilek, dan badan terasa lemah. Flu disebabkan oleh virus Influenza. Influenza sangat mudah menular dan biasanya berjangkit saat udara dingin/lembap, yaitu saat musim hujan. Saat kondisi badan dalam keadaan baik, serangan influenza tidak akan menimbulkan akibat yang terlalu berat. Namun ketika kondisi tubuh lemah, virus influenza mudah menyerang dan mengakibatkan keadaan parah yang jika tidak segera teratasi dapat menyerang otak dan menimbulkan gejala seperti rasa nyeri di kepala, insomnia, menurunnya kesadaran, kejang, depresi mental, radang saraf, dan lain-lain. Pengobatan (Pilih salah satu resep di bawah ini): Ramuan Obat Tradisional 1 : 15 gram jahe dan 2 batang daun bawang putih direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari Ramuan Obat Tradisional 2 : 10 gram bawang putih, 10 gram bawang merah, dan 10 gram jahe diiris-iris lalu diseduh dengan air mendidih kemudian tempatnya ditutup selama 15 menit. Setelah itu, jahenya dibuang, sedangkan bawang putih dan bawang merahnya bisa dimakan dan airnya diminum. Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari Ramuan Obat Tradisional 3 : 30-60 gram sawi tanah dan 10-15 gram bawang putih direbus dengan air secukupnya kemudian airnya diminum selagi hangat. Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari Ramuan Obat Tradisional 4 : 60 gram tanaman sawi tanah dan 15 gram bawang putih direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusannya diminum selagi hangat. Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari Ramuan Obat Tradisional 5 : Peras 1 buah jeruk purut matang yang berair, lalu seduh airnya dengan 60 ml air panas. Pemakaian : Minum sekaligus selagi hangat. Ramuan Obat Tradisional 6 : Cuci bersih 15 gram daun gandola segar, lalu rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan tambahkan sedikit garam sambil diaduk hingga larut. Pemakaian : Minum sekaligus. Ramuan Obat Tradisional 7 : Parut ¼ butir buah kelapa dan 1 rimpang kencur sebesar ibu jari, lalu campurkan. Setelah itu, tambahkan 1 gelas air matang, lalu peras. Pemakaian : Minum 1 kali sehari. Ramuan Obat Tradisional 8 : Siapkan 2,5 cm rimpang jahe (dikupas dan diparut), ½ sendok teh cabai bubuk kering, 2 sendok makan air jeruk lemon, 1-2 siung bawang putih (digerus halus), dan madu sesuai selera. Rebus jahe dengan 2 gelas air, kecilkan api, dan biarkan selama 5 menit. Tambahkan cabai bubuk dan rebus kembali selama 1 menit. Angkat ramuan, lalu tambahkan air jeruk lemon, bawang putih, dan madu. Diamkan sebentar, lalu saring. Pemakaian : Minum hangat-hangat. Ramuan Obat Tradisional 9 : Rebus 100 gram jahe segar yang diiris-iris beserta dengan 1 batang kayu manis yang dipecah-pecah, 1 sendok teh ketumbar , 3 buah cengkih, dan 1 iris jeruk lemon dengan 500 ml air. Setelah mendidih biarkan selama 15 menit. Angkat, saring. Untuk menambah rasa, dapat ditambahkan madu. Pemakaian : Minum hangat, 1 cangkir setiap 2 jam.

Welcome Ramadhan

•15 Agustus 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

puasa

1. Dari Abu Hurairah ra:

كَانَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ يَقُوْلُ: (( قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، كَتَبَ الله عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوِابُ الجَحِيْمِ، وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ )) رواه أحمد والنسائي.

“Rasulullah saw. biasanya memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.”

(H.R. Ahmad dan An Nasa’i).

2. Dari Ubadah bin Ash Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

(( أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرُ بَرَكَةٍ، يَغْشَاكُم الله فِيْهِ، فَيُنَزِّلُ الرَّحْمَةَ، وَيَحُطُّ الخَطَايَا، وَيَسْتَجِيْبُ فِيْهِ الدُّعَاءَ، يَنْظُرُ الله إِلَى تَنَافُسِكُمْ فِيْهِ، وَيُبَاهِي بِكُمْ مَلاَئِكَتَهُ، فَأَرُوْا الله مِنْ أَنْفُسِكُمْ خَيْرًا، فَإِنَّ الشَّقِيَّ مَنْ حُرِمَ فِيْهِ رَحْمَةَ الله )) رواه الطبراني ورواته ثقات.

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, mengahapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan Dia membangga-banggakanmu kepada malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang-orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (H.R. Ath Thabrani, dan periwayatnya tsiqah).

3. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ فِيْ شِهْرِ رَمَضَانَ خَمْسُ خِصَالٍ لَمْ تُعْطَهَا أُمَّةٌ قَبْلَهَا: خَلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عَنْدَ الله مِنْ رِيْحِ المِسْكِ، وَتَسْتَغْفِرُ لَهُمْ المَلاَئِكَةُ حَتَّى يُفْطِرُوْا، وَيُزَيِّنُ الله كُلَّ يَوْمٍ جَنَّتَهُ ثُمَّ يَقُوْلُ: يُوْشِكُ عِبَادِيَ الصَّالِحُوْنَ أَنْ يُلْقَوْا عَنْهُم المُؤْنَةَ وَالأَذَى وَيَصِيْرُ إِلَيْكَ، وَتُصْفَدُ فِيْهِ مَرَدَةُ الجِنِّ فَلاَ يَخْلُصُوْنَ فِيْهِ إِلَى مَا كَانُوْا يَخْلُصُوْنَ إِلَيْهِ فِيْ غَيْرُهُ، وَيُغْفَرُ لَهُمْ فِيْ آخِرِ لَيْلَةٍ )) قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ الله أَهِيَ لَيْلَةُ القَدْرِ؟ قَالَ: (( لاَ، وَلَكِنَّ العَامِلَ إِنَّمَا يُوَفَّى أَجْرُهُ إِذَا قَضَى عَمَلَهُ )) رواه أحمد.

“Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wajalla setiap hari menghiasai surganya lalu berfirman (kepada surga): “hampir tiba saatnya para hambaku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu.” Pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada umatku ampunan pada akhir malam.” Beliau ditanya: “Wahai Rasulullah apakah malam itu lailatul Qadar? Jawab beliau: “Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya. (HR. Ahmad).

Keutamaan Bulan Ramadhan

Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Penghulunya bulan adalah bulan Ramadhan dan penghulunya hari adalah hari Jum’at.” (Thabrani)

Rasulullah saw. bersabda, ” Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.” (Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi)

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Apabila datang bulan puasa, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka.” (Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw. juga bersabda, “Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, para setan dan jin kafir akan dibelenggu. Semua pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu pun yang terbuka; dan dibuka pintu-pintu surga sehingga tidak ada satu pun yang tertutup. Lalu terdengara suara seruan, “Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari kejahatan, kurangkanlah. Pada malam itu ada orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Keutamaan Puasa Ramadhan

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan penuh harap, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat malam pada bulan puasa, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari dan Muslim)

Waktu Berpuasa

Ibadah puasa dimulai sejak masuknya fajar shadiq (waktu shalat Subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu shalat Maghrib). Allah menerangkan di dalam al-Qur’an dengan istilah benang putih dari benang hitam.

Doa Berbuka Puasa

Jika berbuka puasa, Rasullullah saw. membaca, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.” Artinya, ya Allah, untukmu aku berpuasa dan dengan rezeki yang engkau berikan kami berbuka. Dan Rasulullah saw. berbuka puasa dengan kurma. Jika tidak ada, cukup dengan air putih.

Sunnah-sunnah Dalam Berpuasa

Sebelum berpuasa, disunnahkan mandi besar dari junub, haidh, dan nifas. Bagi orang yang berpuasa, disunnahkan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Berdo’a sebelum berbuka.

Agar amalan puasa tidak rusak dan pahalanya tidak gugur, orang yang berpuasa disunnahkan menjaga anggota badan dari maksiat, meninggalkan obrolan yang tidak berguna, meninggalkan perkara syubhat dan membangkitkan syahwat.

Disunnahkan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, memberi makan orang puasa untuk berbuka, dan memperbanyak sedekah. Di sepuluh hari terakhir, sangat dianjurkan beri’tikaf.

Yang Dibolehkan Tidak Berpuasa

1. Orang yang safar (dalam perjalanan). Tapi, ada ulama yang memberi syarat. Seseorang boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan menggantinya di bulan lain, jika safarnya menempuh lebih dari 89 km dan safarnya bukan untuk maksiat serta perjalanannya dimulai sebelum fajar. Namun Imam Hanbali membolehkan berbuka, walaupun safarnya dimulai pada siang hari. Alasan dibolehkannya berbuka adalah karena safar mengandung masyaqqah (kesusahan). Jika seseorang yang safar mengambil rukshah ini, ia wajib mengganti puasanya itu di hari lain sejumlah hari ia tidak berpuasa.

2. Orang yang sedang sakit. Sakit yang masuk dalam kategori ini adalah sakit yang dapat menghambat kelangsungan ibadah puasa dan berdampak pada keselamatan fisik jika dia tetap berpuasa. Untuk memutuskan dan menilainya, diperlukan pendapat dokter. Jika seseorang tidak berpuasa karena sakit, ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya di bulan lain ketika ia sudah sehat.

3. Wanita hamil dan ibu yang menyusui. Wanita hamil atau ibu menyusui boleh tidak berpuasa, tapi harus menggantinya di hari lain. Jika dia tidak berpuasa karena takut dengan kondisi dirinya sendiri, maka hanya wajib bayar qadha’ saja. Tapi jika dia takut akan keselamatan janin atau bayinya, maka wajib bayar qadha’ dan fidyah berupa memberi makan sekali untuk satu orang miskin. Hal ini diqiyaskan dengan orang sakit dan dengan orang tua yang uzur.

4. Orang yang lanjut usia. Orang yang sudah lanjut usia dan tidak sanggup puasa lagi tidak wajib puasa, tapi wajib bayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin sebanyak hari yang ditinggalkan.

5. Orang yang mengalami keletihan dan kehausan yang berlebihan. Jika kondisi itu dikhawatirkan mengganggu keselamatan jiwa dan akal, maka boleh berbuka dan wajib qadha’.

6. Orang yang dipaksa (ikrah) tidak berpuasa. Orang seperti ini boleh berbuka, tapi wajib mengqadha’.

Permasalahan Sekitar Puasa

1. Untuk puasa Ramadhan, wajib memasang niat berpuasa sebelum habis waktu sahur.

2. Saat berpuasa seorang suami boleh mencium isterinya, dengan syarat dapat menahan nafsu dan tidak merangsang syahwat.

3. Orang yang menunda mandi besar (janabah) setelah sahur atau setelah masuk waktu subuh, puasanya tetap sah. Begitu juga dengan orang yang berpuasa dan mendapat mimpi basah di siang hari, puasanya tetap sah.

4. Dilarang suami-istri berhubungan badan di siang hari ketika berpuasa. Hukuman bagi orang yang bersenggama di siang hari pada bulan Ramadhan adalah memerdekakan budak. Jika tidak mampu memerdekakan budak, suami-istri itu dihukum berpuasa dua bulan penuh secaara berturut-turut. Jika tidak mampu juga, mereka dihukum memberi makan 60 orang miskin sekali makan. Kalau perbuatannya berulang pada hari lain, maka hukumannya berlipat. Kecuali, pengulangannya dilakukan di hari yang sama.

5. Orang yang terlupa bahwa ia berpuasa kemudian makan dan minum, maka puasanya tetap sah. Setelah ingat, ia harus melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka di hari itu juga.

6. Hanya muntah yang disengaja yang membatalkan puasa. Ada tiga perkara yang tidak membatalkan puasa: bekam, muntah (yang tidak disengaja), dan bermimpi (ihtilam). Sikat gigi atau membersihkan gigi dengan syiwak diperbolehkan. Hal ini biasa dilakukan oleh Rasulullah saw. Tapi, ada ulama yang memakruhkan menyikat gigi dengan pasta gigi setelah matahari condong ke Barat.

7. Orang yang mempunyai hutang puasa tahun sebelumnya, harus dibayar sebelum masuk Ramadhan yang akan berjalan. Jika belum juga ditunaikan, harus dibayar setelah Ramadhan yang tahun ini. Tapi, ada ulama berpendapat, selain harus diqadha’ juga diwajibkan memberi makan orang miskin.

8. Para ulama sepakat bahwa orang yang wafat dan punya utang puasa yang belum ditunaikan bukan karenakan kelalaian tapi disebabkan ada uzur syar’i seperti sakit atau musafir, tidak ada qadha yang harus ditanggung ahli warisnya. Tapi jika ada kelalaian, ada sebagian ulama mewajibkan qadha terhadap ahli warisnya dan sebagian lain mengatakan tidak.

9. Bagi mereka yang bekerja dengan fisik dan terkategori berat –seperti pekerja peleburan besi, buruh tambang, tukang sidang, atau yang lainnya– jika berpuasa menimbulkan kemudharatan terhadap jiwa mereka, boleh tidak berpuasa. Tapi, wajib mengqadha’. Jumhur ulama mensyaratkan orang-orang yang seperti ini wajib baginya untuk sahur dan berniat puasa, lalu berpuasa di hari itu. Kalau tidak sanggup, baru boleh berbuka. Berbuka menjadi wajib, kalau yakin kondisi ketidak sanggupan itu akan menimbulkan kemudharatan.

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah, juga taatlah kalian kepada RasulNya, dan janganlah kalian mensia-siakan (pahala) amal kalian“. (Muhammad: 33)Memang Ramadhan dalam konteks waktu dan salah satu dari bulan Allah sudah berlalu meninggalkan kita. Namun semangat dan nilai Ramadhan sepatutnya tetap hadir menyertai keseharian kita. Ramadhan bukan “satu-satunya” bulan untuk beramal dan bertaqarub kepada Allah. Ramadhan hanya momentum untuk meningkatkan dan memaksimalkan kebaikan kita sebagai bekal menghadapi sebelas bulan berikutnya. Untuk itu, Ramadhan akan senantiasa hadir menyambangi kita pada setiap tahunnya. Alangkah rugi dan pelitnya seseorang yang hanya mau bersemangat beribadah dan beramal shalih hanya di bulan tertentu. Demikian juga tidaklah baik seseorang yang hanya mampu beribadah dengan baik dan maksimal di tempat tertentu yang mengandung nilai pahala lebih, seperti di Mekkah misalnya ketika menunaikan ibadah umrah atau haji, namun setelah pulang ke tanah air, kelesuan beribadah kembali terjadi di mana-mana.

Ayat ini oleh sebagian mufassir dijadikan dasar akan hilangnya pahala amal kebaikan yang berhasil dilakukan oleh seseorang jika setelah kebaikan itu ia kembali terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan, atau jika ia tidak mampu mempertahankan kebaikan tersebut di waktu berikutnya. Ayat ini juga secara korelatif memiliki hubung kait yang erat dengan ayat sebelumnya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.” (Muhammad: 32).

Kontens kedua ayat tersebut intinya berbicara tentang perilaku yang dapat menyia-nyiakan amal kebaikan, Perbedaannya, pada ayat 32 ini ancaman Allah ditujukan kepada mereka yang menghalangi manusia dari jalan Allah dan memusuhi Rasulullah saw, sehingga pada ayat 33 Allah mengingatkan orang-orang yang beriman agar tidak menyia-nyiakan amal ketaatan mereka dengan apapun bentuknya seperti yang diancamkan oleh Allah kepada golongan yang ingkar sebelum mereka. Di sini bentuk kasih sayang Allah terhadap kekasih-Nya dari orang-orang beriman sangat ketara agar mereka tetap ta’at kepad-aNya kapanpun dan di manapun, tanpa ada batasan waktu dan tempat, apalagi alasan sempat dan tidak sempat.

Ayat ketiga yang berbicara tentang perilaku yang dapat mensia-siakan amal baik seseorang adalah surah Al-Hujurat: 2 yang bermaksud:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.” (Al-Hujurat: 2).

Adab kepada Rasulullah saw. dalam berbicara yang disebutkan oleh ayat ini langsung diperintahkan oleh Allah sawt. yang ditujukan secara langsung juga kepada orang yang beriman, karena pada hakikatnya taat kepada Rasulullah adalah taat kepada Allah, “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (An-Nisa’: 80).

Justeru tidak berakhlak baik kepada Rasulullah dalam segala bentuknya dapat mengakibatkan hapusnya pahala kebaikan yang dilakukan oleh orang yang beriman.

Terdapat banyak pendapat para ulama tentang sikap dan perilaku yang mengakibatkan terhapusnya amal baik seseorang.

Imam Ath-Thabari, Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi misalnya menyebutkan bahwa mensia-siakan amal adalah dengan melakukan kaba’ir (dosa-dosa besar. Pendapat seperti ini pernah dikemukakan oleh Hasan Al-Bashri dengan berhujjah dengan surat Al-Hujurat: 2, bahwa tidak beradab kepada Rasulullah merupakan dosa besar yang dapat menghapus pahala amal shalih seseorang.

Imam Qatadah pula berpendapat bahwa amal kebaikan akan sia-sia apabila setelah itu diiringi dengan kembali melakukan dosa dan kemaksiatan. Sedangkan Ibnu Abbas berpandangan bahwa amal kebaikan itu dikhawatirkan akan hapus pahalanya jika disertai dengan riya’ dan ‘ujub (berbangga diri).

Secara umum pendapat mereka berkisar pada segala jenis kemaksiatan dan dosa, apapun bentuknya dikhawatirkan akan menghapus dan mensia-siakan amal taat yang pernah dilakukan oleh seseorang.

Pandangan para ulama di atas diperkuat oleh sebab turun ayat ini seperti yang diriwayatkan oleh Abul Aliyah. Abul Aliyah menukil riwayat tentang sebab turun ayat ini bahwa para sahabat sebelum turun ayat ini memandang tidak masalah berbuat dosa karena mereka telah beriman, seperti juga mereka menganggap bahwa tidak ada gunanya amal jika disertai dengan syirik. Maka turunlah ayat ini yang menegur mereka agar berhati-hati dengan setiap dosa karena dapat mensia-siakan amal.

Oleh karena itu, seorang muslim “yang cerdas” adalah seorang yang mampu meneruskan musim ketaatan pasca Ramadhan. Demikian pula, sejatinya orang yang telah mengukir prestasi dengan beramal dan menjalankan ketaatan yang maksimal di bulan Ramadhan, sangat disayangkan jika setelah melewatinya kembali masuk dalam kelompok pelaku maksiat. Sebagaimana orang-orang yang sudah berhasil merasakan lezatnya ketaatan, indahnya ibadah, sangat disayangkan jika harus kalah dan kembali pada kesengsaraan karena berlumuran dosa dan kemaksiatan. Padahal di antara tanda diterimanya suatu amal ibadah seseorang adalah jika dia dapat konsisten dan lebih banyak lagi melakukan amal tanpa melihat waktu atau bulan tertentu dan tempat tertentu yang memiliki keutamaan. “Jadilah hamba Rabbani, dan bukan hamba Ramadhani.” Dan itulah makna hakiki dari firman Allah swt, “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)”. (Al-Hijr: 99).

rumah – rumah Allah

•14 Agustus 2009 • 2 Komentar

beijing - cina

Masjid di Beijing – Cina

TokyoMosqueMasjid Tokyo – Jepang

masjid london, inggrisMasjid London- Inggris

masjid cologne jermanMasjid Cologne – Jerman

masjid america-new yorkMasjid New York – America

larabanga-mosque-maliMasjid Larabanga – Mali

Aneh – aneh aja…

•13 Agustus 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bersyukurlah karena pekerjaan Anda mungkin masih lebih baik dari mereka yang menggeluti salah satu dari pekerjaan paling aneh di dunia ini.

anjingcium
1. Penguji bau
Pekerjaan yang satu ini sangat aneh namun menentukan penampilan orang. Beberapa ahli kimia di sebuah pabrik deodoran, obat kumur, atau pasta gigi harus memastikan bahwa semua obat penghilang bau badan dan anti-perspirants yang terdapat dalam produk mereka dapat dipergunakan dengan baik dan berhasil dipergunakan oleh pemakainya. Caranya, ya para penguji bau harus mencium bau ketiak atau bau mulut sampel pengguna setelah menggunakan produk tersebut.

2. Perebus Rambut
Pekerjaan ini adalah merebus berbagai jenis rambut binatang yang kemudian dipintal untuk penggunaan ke berbagai keperluan berikutnya.  Seperti kita tahu bau rambut yang terbakar baunya sangat menyengat.  Cobalah anda membayangkan sepanjang hari harus mencium bau rambut yang direbus.

3. Detektif Binatang Peliharaan
Anda mungkin pernah menonton film berjudul Ace Ventura yang menceritakan tentang seorang detektif binatang peliharaan bernama Ace Ventura (Jim Carey). Orang ini bertugas mencari binatang peliharaan yang hilang. Pekerjaan ini betul-betul ada. Bagi Anda pecinta hewan, pekerjaan ini mungkin menarik.

4. Pesiul Profesional
Siulan dapat menjadi musik.  Banyak penampil di gedung pertunjukan musik dan sirkuit Vaudeville adalah pesiul profesional, yang paling terkenal adalah Ronnie Ronalde dan Fred Lowery.  Keduanya mempunyai beberapa lagu-lagu siulan yang terkenal.

5. Penidur Profesional
Mereka yang mempunyai hobi tidur bisa berkarir sebagai penidur profesional dan dibayar oleh sebuah universitas dalam sebuah proyek riset.

6. Tukang reparasi pena
Kira-kira anda memilih membeli sebuah pena baru atau memperbaikinya apabila rusak? Tetapi jawaban Anda akan berbeda kalau pena milik anda adalah sebuah pena kuno yang antik lagi mahal.

7. Penjaga toko peralatan sex
Salah satu dari pekerjaan yang membikin perut mual karena sangat menjijikan.  Seorang pekerja di sebuah toko peralatan sex bukan hanya bertugas menjaga tapi juga harus membersihkan peralatan sex yang dicoba oleh pelanggannya.

8. Penguji Makanan Anjing
Seperti halnya makanan lainnya, makanan anjing juga perlu untuk dites.  Bagaimana pun perusahaan tidak bisa menggunakan anjing untuk menguji makanan – karena anjing tidak bisa menjelaskan apa pun – jadi untuk pekerjaan ini diperlukan seorang profesional yang menguji kelezatan rasa makanan anjing sebelum dijual. Tapi tidak dijelaskan apakah rasa lezat yang dirasakan manusia sama dengan anjing.

9. Pemungut permen karet
Pernahkah Anda duduk di sebuah bangku taman dan tiba-tiba di celanamu menempel bekas permen karet? Sangat mengesalkan harus membersihkan celana dari sisa permen karet dari mulut orang lain. Nah, ada pekerjaan khusus yang dilakukan oleh orang-orang profesional untuk memunguti sisa-sisa permen karet yang bertebaran di taman-taman dan di tempat umum lainnya.

10. Broker Khayalan
Apakah Anda benar-benar menginginkan mimpi-mimpi Anda menjadi kenyataan? Misalnya Anda sudah lama terobsesi sebuah petualangan ke suatu daerah yang eksotik dengan dikelilingi oleh puluhan wanita cantik, atau khayalan-khayalan lainnya. Nah, pekerjaan mereka ini memastikan bahwa jika anda meinginkan sesuatu, anda akan mendapatkannya. Namun tentu saja dengan bayaran yang “lumayan”.

11. Penyelam bola golf
Dalam sekali sesi permainan, seorang pemain golf sedikitnya akan kehilangan satu bola yang jatuh ke dalam air, mungkin lebih. Bagi Anda pecinta golf tidak perlu khawatir lagi kehilangan lebih banyak bola, karena para penyelam akan dengan mudah mendapatkan bola-bola Anda, bahkan puluhan bola lainnya yang jatuh lebih dulu.  Kalau Anda berminat menyelaminya sendiri, disewakan juga peralatan selam lengkap, jadi selain bermain golf Anda juga bisa asyik menyelam.

12. Pengetes Fear Factor
Pasti Anda sudah pernah menonton sebuah program televisi penuh tantangan “Fear Factor” yang menampilkan peserta-peserta yang berlomba melakukan permainan “gila dan bodoh”, seperti memakan serangga yang menjijikkan atau bagian tubuh hewan mamal dalam keadaan mentah.  Nah, sebelum barang-barang menjijikkan itu diberikan kepada para peserta, ada sekelompok orang yang bekerja khusus menguji tingkat bahayanya pada perut dan tubuh. Hiiii …

13. Penjaga pantai di pantai nudis
Bayangkan Anda seorang penjaga pantai di sebuah pantai kaum nudis (orang yang telanjang), dengan gaji yang lumayan dan, tentu saja, “pemandangan” pantai yang selalu indah dan udara yang selalu “hangat”. Sebuah pekerjaan atau kesenangan?

14. Telepon Mentalis

Pekerjaan ini adalah meramal nasib orang dengan menggunakan telepon. Biasanya pelanggan menelepon untuk menanyakan nasibnya, baik itu karir, jodoh atau rezeki. Si mentalis akan menggunakan kekuatan indera keenamnya atau seperangkat kartu tarot.

15. Pengendus nafas anjing
Anda tidak salah baca; mereka bekerja meneliti bau nafas anjing untuk menguji pengaruh dari diet binatang itu pada gigi mereka.  Nafas anjing dinilai dengan skala dari 0 sampai 10 dan digolongkan sebagai berkeringat, bergaram, lembab, berjamur atau busuk.

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.